Kamis, 22 Oktober 2015

PENGALAMAN YANG SANGAT MENGECEWAKAN :(


Renacana Pelatihan yang akan di fasilitasi oleh BCA ( Bank Central Asia) akhirnya dengan berat hati kami ( rewo rewo )
GAGALKAN Dengan alasan :

Pada awal pembicaraan kami dengan pihak BCA
BCA menanayakan jumlah anggota, kami jawab 250 orang lebih
BCA menanyakan apa yang dapat kami bantu, kami jawab, kami butuh ilmu, kami butuh latihan dll
BCA menjawab, OK silahkan data anggota REWO REWO, Kami jawab, Siap pak BCA.

BCA bertanya, ada berapa orang yang akan mengikuti pelatihan? Kami jawab 250 Pak
BCA bertanya, berangkat semua itu pak? kami jawab Iya dengan tegas

15 menit kemudian ada SMS masuk berbunyi
Minta maaf pak dengan alasan efektifitas managemen kami memutuskan hanya 150 orang saja

Kata "MEMUTUSKAN" dalam SMS tersebut merupakan kata yang tidak memanusiakan kami ( Rewo Rewo), sehingga kami membatalkan acara tersebut, Maaf kami bukan karyawan/ pegawai BCA, jadi kami tidak dapat menerima keputusan sepihak, dari awal kami hanya menerima tawaran.

hasil pendataan 250 orang, yang di suruh berangkat cuma 150 orang, yang 100 oarang akan merasa terdiskriuminasi.


----------------------------------------------------------------------------
Dari peristiwa tersebut akhirnya kami sepakat untuk :
Tidak menerima bantuan dalam bentuk kegiatan yang sifatnya mengumpulkan/mengerahkan anggota komnitas 
Menerima dengan senang hati bantuan berupa fisik yang dapat di manafaatkan anggota setiap waktu
----------------------------------------------------------------------------

Kami menyuakai Cara Kerja yang di lakukan Bapak Dirjen Heri Waluyo beserta stafnya dari Jakarta
Hanya satu kali bertanya, Apa yang kamu butuhkan?
dan kami jawab Jaringan TELKOM masuk desa kami Pak, dan beliu menjawab. INSYAALLOH AKAN SAYA USAHAKAN.
Dan ternyata satu bulan berikutnya sudah melakukan pemasangan tiang kabel dan tiga bulan beikutnya jaringan INDIHOME Telkom sudah bisa kami nikmati hingga saat ini.

REWO REWO

Selasa, 14 Juli 2015

Sekilas Pandang REWO REWO Community
Desainer Kampung Kaliabu Salaman Magelang


Seiring perjalanan waktu desa Kaliabu setap hari muncul generasi baru perajin logo dari berbagai macam latar belanag sosial ekonomi profesi  dan pendidikan,  sehingga hampir semua pemuda menekuni pekerjaan sebagai pearjin logo atau secara kerenya bisa disebut sebagai desainer grafis, awal awal pada saat memulai pembelajaran sering setiap minggu sekali minimal temanteman hanya sekedar ngumpul yang tidak teragendakan dalam arti asla ngumpul saja di tempat yang tidak dapat dpastikan, dimana acar angimpul bareng tersebut yang di bicarakan seputar tentang desain grafis, entah itu membicarakn konsep, sofware, atau bakan hanya cuma canda gurau dan salaing ledek satu sam lain, bahakn pada saat ngumpul tersebut tidak jarang juga ada dari salah satu/ lebih teman mengajukan pertanyaan dan diantara teman lainya yang meras sudah paham, mereka akan mencoba untuk menjelaskan dan peserta yang lainya ikut menyimak, sehingga tanpa di sadari kami sudah melakukan pembelajarn , ketika teman teman sudah semakain banyak yang melakukan pekerjaan ini , sesuatu hal yang tidak seharusnya terjadi, ternyata terjadi juga, yaitu saling berebut konsep, salin conto konsep, salaing mengembangkan kosep desain orang lain atau teman sendiri.

Dala kontes desain disini, kami tidak menjaul ketrampilan / kepandain mengoperasikan sebuah software, tapi kami jauh lebih meberatkan menjual konsep, disiliah letak mahalnya sebuah karya kami, bukan pekerjaan yang di lakukan tetapi konsep yang di aplikasakin menjadi sebuah pekerjaan, 

Disisnilah pada  awalnya semaikn banyak yang mengerjakan desian grafis untuk di konteskan, semakain banyak yang melakukan pengembangan, menyalin konsep, sehingga kadang bisa berujung pada percekcokan hingga nyaris perkelaian. Tentunya keadaan inilah yang mengkhawatirkan jika tidak segera dibrikan pengertian kepada mereka tentang etika sopan santun dalam berkompetisi yang fair, jujur, dan bisa menghargai konsep atau hasil karya orang lain, Sejak  saat itulah perkumpulan mulai teragendakan setiap seminggu sekali dengan tempat yang sudah di tetapkan. dan sekali waktu kami sepakat untuk mengundan desainer yang kebih profesional untuk memberikan pembelajarnn kepad kami

Akhirnya  dengan sistem sambil bekerja kita belajar dimulai ada dari satu, dua dan setrusnya mulai medapatkan hasil darti kontes logo tersebut, dan kejadian ini scara oto matis akan memoitivasi peserta lain yang belum memenangkan kontes desain tersebut. 

Dari waktu ke waktu  dengan belajar sambil bekerja selalu bertambah dan baertambah teman teman kami yang memenangkan kontes dean tersebut, dan bahkan ada yang dap[at memenagkan kontes desai seminggu sekali, sebulan sekali, tapi ada juga yang sebulan dua bulan belum memenangkan kontes tersebut

prosese pembelajarn/ sharing tetap berjalan, ketikan teman teman sudah mulai pahan dan mengerti apa yang harus di kerjakan, dan sudah saling menyadari bahwa dalm berkonpetisi di perlukan jiwa yang besar jiwa yang beretika maka perkumpulan atau sharing diadkan setiap kami menukan permaslahan atau sekedar temu kangen mempererat silaturohmi diantara kami

Perkumpulan pembelajaran yang seminggu sekali diadakan tersebut semula tidak mempunyai nam perkumpulan. akhirnya salah satu teman dianta kami membuat grup di facebook dengan nama REWO REWO Community, semua teman yang sering ngumpul tersebut semuanya di masukkan dalam grup tersebut. Dan sejak itulah tepat Di tahun 2012 REWO REWO Community terbentuk denagn tujuan sebagai wadah, sarana, ajang berkumpul atau sebagai wadah 

Latar belakan dan alasan pemberian nama REWO REWO tersebut adalah
  1. Kami terdiri dari beraneka  macam latar belakang baik pendidikan, sosial, agama , politk, ekonomi 
  2. Usia Usia diantar kami juga bermacam macam 
  3. Dan lain lain
Seadngkan maksud / makna yang terkandung dalam nama REWO REWO itu adalah WERNO WERNO (bahasa Jawa) atau MACAM MACAM (bahasa Indonesia)

Jadi jika di tarik kesimpulan bahwa Komunitas Rewo Rewo sebagai wadah atau Rumah, itu terbentuk setelah perkumpulan itu ada terlebih dahulu


Bapak Heri Waluyo 
REWO REWO dan Desainer kamping/ kampung desainer
Aktifitas dan kegiatan anggota Rewo Rewo yang hampir satu desa tersebut, ternyata terperhatikan oleh Stradara filem dari Kampung tetangga  ( Desa Sambak), yaitu mas Antok mas AMron, akhirnya mereka beserta teman dari Jakarta membuat filem dokumenter kegiatan anggota REWO REWO , dimana filem tersebut diberi judul DESAINER KAMPUNG, yang di ikutkan di Eagle word Metro TV, dan akhirnya Desa kami disebit KAMPUNG DESAINER, akhirnya keberadaan kami pemuda kaliabu mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat dan pada awal pemerintahan presiden Ir Joko widodo tepatnya pada bulan September kami mendapat kunjungan dari Dirjen Ekonomi Kreatif berbasis Media dari badan ekonomi kreatif ( EKMDI), Desain dan Iptek Bapak Heri Waluyo, Dalam kesempatan tersebut kami mendapatkan pangarahan dan motivasi yang luar biasa dari beliau, sebgai kenang kenangan dan bukti nyata kerja beliau dalam memberikan motivasi kepada kami adalah adanya jaringan Indihome Telkom di desa kami. Dalam kesempatan ini kami mengucapkan berjuta  terimakasih kepeda Bapak Heri Waluyo, semoga Tuhan yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmatNya kepada beliau . 


__________________________________________________________________________

Misi :

Pembelajaran anggota tentang desain grafis dan pemahaman etika berkompetisi, sehingga menjadi Kontestan desain dalam bidang desain grafis yang profesional


Fisi :

Ikut serta berperan aktif dalam meingkatkan taraf hudup rakyat Indonesia dengan target minimal memutus mata rantai mengadu nasib di kota besar dan atau di luar negeri demi menjaga martabat bangsa  sesuai Undang  Undang Dasar 1945 


__________________________________________________________________________